

Familiar dengan pertanyaan tersebut? Siapa nih yang termasuk belanja banyak di awal mendapat gajian karena tergiur program flash sale di sebuah online shopping baru deh sadar ketika tanggal tua merana?
Sebagai karyawan kantoran, pasti pernah ya mengalami hal seperti itu. Gaji bulanan habis sebelum waktunya. Padahal masih ada pengeluaran yang belum dianggar, mulai dari pengeluaran untuk angpao acara pernikahan, hadiah ulang tahun teman, reparasi mobil, bantu orang tua, sampe godaan dari dalam sendiri seperti nongkrong dan belanja. Awalnya niat untuk investasi, akhirnya jadi konsumsi.
Jika tidak dialokasikan di awal, biasanya dana akan habis tidak jelas. Penghasilan bisa berubah sekejap menjadi tas, kosmetik, gadget, dan lain-lain. Padahal BPJS, alias Budget Pas-pasan, Jiwa Sosialita.
Oke, tapi ‘kan beberapa barang tersebut dibeli saat harga miring atau “sale”. Bukankah penghematan juga jika bisa dapat barang dengan harga lebih murah dari biasanya?
Tetapi, kalau dipikir-pikir lagi sebenarnya barang tersebut nggak perlu-perlu amat atau mendesak banget sampai harus dibeli segera ‘kan? Betul?
Agar tidak jatuh pada lubang yang sama, yuk coba latih diri untuk rutin mencatat pengeluaran harian. Manfaatnya, kita jadi tahu berapa besar pengeluaran tiap bulan dan di area mana saja.
Dari catatan pengeluaran, kita kemudian mencoba membuat anggaran untuk pengeluaran. Kita coba membatasi jenis pengeluaran yang sudah berlebihan.
Selain itu, kita juga coba untuk disiplin dalam melakukan investasi bulanan. Hal yang dilakukan adalah melakukan investasi secara berkala setiap awal bulan (setelah menerima gaji).
Dalam bahasa kerennya, investasi secara berkala ini dinamakan dengan Cost Averaging atau biasa dikenal dengan Dollar Cost Averaging.
Contoh:Kita mendapat penghasilan Rp10 juta per bulan. Berdasarkan perhitungan kebutuhan bulanan, kita ternyata bisa mengalokasikan Rp3 juta setiap bulan untuk ditabung.
Jadi, setiap bulan kita terus menerus top-up investasi kita sejumlah Rp3 juta, meskipun nilai investasi atau estimasi imbal hasil saat itu sedang naik atau turun.
Metode ini memiliki dua keunggulan. Pertama, kita jadi terbentuk untuk memiliki kebiasaan menabung secara teratur. Setiap awal terima gaji, sejumlah tertentu secara rutin akan dimasukkan ke produk investasi tersebut. Sisa gajinya digunakan untuk membayar tagihan dan mencukupi kebutuhan hidup.
Jika kita sibuk dan seringkali lupa untuk melakukan investasi bulanan, maka kita dapat memanfaatkan fasilitas auto debet dari rekening tabungan ke rekening investasi kita.
Kedua, dapat mengurangi kerugian yang mungkin terjadi saat pasar mengalami fluktuasi.
Harga investasi dapat mengalami kenaikan atau penurunan harga yang disebabkan oleh kenaikan atau penurunan daya permintaan dan penawaran pasar. Biasanya investor pemula akan panik melihat pasar yang terus menurun pada saat melakukan cost averaging.
Namun dengan metode cost averaging, jika kita terus rutin berinvestasi kemudian pada bulan-bulan tersebut pasar sedang lesu, maka risiko kerugian kita akan terdiversifikasi/tersebar dalam beberapa rentang harga.
Risiko kerugian ini tentu akan lebih rendah daripada kita investasi secara lump sum(investasi sekaligus dalam satu waktu) pada timing harga sedang tinggi.
Akan tetapi berlaku sebaliknya, metode diversifikasi risiko ini juga tentu memiliki kekurangan. Jika pada bulan-bulan tersebut pasar sedang naik, maka potensi keuntungan yang didapatkan juga bisa saja menjadi tersebar dan lebih kecil daripada kita membeli secara lump sum (investasi sekaligus dalam satu waktu) pada timing harga yang rendah.
Prinsip investasi akan selalu berlaku yaitu high risk high return, low risk low return.
Solusinya, jika produk investasi yang kita punya secara fundamenal bagus dan pada suatu waktu kita punya rejeki lebih, maka kita dapat tetap melakukan investasi bulanan cost averaging dan bisa top-up dengan jumlah lebih banyak dari bulan biasanya.
Umumnya beberapa produk investasi akan dapat terlihat jelas imbal hasil cost averaging-nya dalam jangka waktu menengah atau panjang. Oleh karena itu, sebaiknya pelajari produk investasi kita sebelum mulai investasi. Setiap produk investasi punya karakteristik berbeda-beda.
Nah, salah satu alternatif investasi bulanan yang dapat kita praktekkan dengan mudah yaitu nabung reksa dana.
Reksa dana adalah alternatif investasi yang bekerja dengan cara menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasikan dalam produk keuangan atau portofolio efek oleh perusahaan Manajer Investasi (MI).
Analogikan reksa dana seperti sebuah parcel atau hampers. Kita bisa saja menemukan parcel/hampers yang memiliki banyak kombinasi produk (sejenis maupun tidak sejenis) di suatu supermarket terutama menjelang hari raya. Daripada memilih dan membeli produk tersebut satu per satu, kita bisa membeli parcel/hampers yang telah ditata dan dikemas dengan baik oleh seorang ahli di supermarket.
Begitupun dengan reksa dana. Kita dapat menemukan berbagai reksa dana dengan berbagai kombinasi produk keuangan atau portofolio efek. Secara umum, reksa dana terbagi ke dalam beberapa jenis yaitu:
Dana kelolaan reksa dana ditempatkan 100% pada instrumen keuangan pasar uang yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, contohnya: deposito, sertifikat bank Indonesia, dan surat utang yang jatuh tempo di bawah 1 tahun. Reksa dana pasar uang merupakan alternatif investasi untuk jangka waktu pendek ≤ 1 tahun.
Dana kelolaan reksa dana ditempatkan pada instrumen keuangan Surat Utang (obligasi) yang bersifat jangka panjang (minimum 80%), dan sisanya pasar uang.
Reksa dana pendapatan tetap merupakan alternatif investasi untuk jangka waktu menengah1-3 tahun.
Dana kelolaan reksa dana ditempatkan pada instrumen keuangan saham (minimum 80%), dan sisanya obligasi dan pasar uang. Reksa dana saham merupakan alternatif investasi untuk jangka waktu panjang ≥ 5 tahun.
Dana kelolaan reksa dana ditempatkan pada instrumen keuangan saham, obligasi dan pasar uang (masing-masing tidak boleh melebihi 79%). Reksa dana campuran merupakan alternatif investasi untuk jangka waktu menengah panjang 3-5 tahun.
Melanjutkan ilustrasi parcel, ketika kita membeli parcel (reksa dana) tentu ada keuntungan dan kekurangan jika dibandingkan dengan membeli produk yang sama satu per satu secara terpisah.
Kelebihannya, kita tidak memerlukan jumlah investasi yang besar untuk mendapatkan kombinasi berbagai produk keuangan. Kita juga tidak perlu repot-report membeli satu per satu produk keuangan untuk mendapatkan imbal hasil yang diharapkan. Kadangkala harganya bahkan jauh lebih menguntungkan daripada beli produk secara terpisah.
Namun, isi parcel (reksa dana) bergantung pada Manajer Investasi (MI) dan imbal hasil reksa dana yang kita dapatkan bergantung pada kehandalan MI tersebut. Investor harus pintar dalam memilih MI yang bisa mengelola modalnya dengan baik.
Saat ini hanya dengan modal minimum Rp100.000 bahkan Rp10.000, kita dapat mulai investasi bulanan dalam reksa dana. Lakukan investasi berkala dalam jumlah yang sama pada reksa dana yang kita miliki setiap bulan. Kita boleh mempunyai beberapa produk reksa dana.
Tips Investasi:
Mencatat pengeluaran, membuat anggaran keuangan, dan investasi secara rutin merupakan kebiasaan keuangan yang perlu dan baik untuk dimiliki. Namun investasi yang efektif akan membantu mencapai tujuan keuangan kita.
Jika kita ingin investasi bulanan yang kita lakukan secara rutin ini tepat sasaran, maka kita harus menetapkan tujuan keuangan. Apa yang menjadi mimpi-mimpi kita dalam 1 tahun, 3 tahun, dan 5 tahun ke depan.
Setelah tahu tujuan keuangan, maka kita dapat membuat rencana keuangan dan menentukan jumlah efektif investasi bulanan yang perlu kita lakukan. Berapa lama kita perlu melakukan investasi? Sampai dengan tujuan keuangan kita tercapai.
Selamat berinvestasi!
Penulis: Shierly, S.E., M.B.A
Artikel ini dikutip dari Finansialku.com berjudul “Alternatif Investasi Bulanan untuk Karyawan Kantoran yang Selalu Menunggu Tanggal Gajian”