

INFLASI ADA DI SEKITAR KITA

Inflasi = turunnya nilai uang
Untuk memperoleh barang/ jasa yang sama nilainya, dibutuhkan jumlah dana yang lebih besar (inflasi), dengan kata lain menurunnya nilai uang yang dimiliki.
Contoh:
Harga teh botol di tahun 1980 seharga Rp 250,00 kemudian di tahun 2014 menjadi Rp 3.000,00. Ini menunjukkan harga teh botol meningkat 7,59 %
INI FAKTANYA!
Harga Barang & Jasa terus meningkat akibat inflasi, akibatnya nilai uang terus menurun sedangkan kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Tidak ada jalan lain, uang yang dimiliki harus dipertahankan nilainya dan atau ditingkatkan. INVESTASI SEKARANG JUGA!
PENGELUARAN DI MASA DEPAN DI KALA KITA TIDAK PRODUKTIF

Kebutuhan akan selalu ada dari semasih bayi hingga menginjak dewasa berumah tangga, memiliki anak, dan menjalani masa tua. Lalu bagaimana untuk memenuhi segala kebutuha ? Jawabannya, investasikan kelebihan penghasilan saat ini untuk memenuhi pengeluaran di masa depan.
Cara menyisihkan penghasilan untuk investasi?
Jangan menyisihkan penghasilan setelah gaji digunakan untuk mencukupi kebutuhan baru investasi. Tetapi, gaji dialokasikan untuk investasi terlebih dahulu baru sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kenapa REKSA DANA?
Ibaratnya kita memiliki uang Rp 10.000,00 ingin makan buah. Dengan uang tersebut, kita bisa membeli 3 bengkoang tetapi rasanya hambar atau membeli 1 mangga yang rasanya belum tentu manis. Namun, berbeda jika kita membeli rujak, kita dapat bermacam-macam buah dan bisa memesan rujak sesuai selera.
Begitupun dengan memilih produk investasi. Kita ingin investasi dengan nominal awal Rp 100.000,00. Dengan uang tersebut, membeli saham tentunya tidak cukup, bisa membeli saham murah tetapi sekalinya turun, hilang semua modal. Beli obligasi? sudah pasti tidak cukup. Beli deposito? Aman, tetapi bunganya kecil. Bagaimana dengan Reksa Dana? Dengan 100 ribu, kita mendapatkan bermacam-macam instrumen investasi. Jangan lupa untuk memilih yang sesuai dengan profil risiko. #yaREKSADANAaja


Ilustrasi jika berinvestasi di Reksa Dana

Strategi Investasi

Ilustrasi Strategi Investasi

Sumber :
APERD PT Bank Maybank Indonesia Tbk
(d/h PT Bank Internasional Indonesia Tbk)