Salah satu cara untuk menjaga nilai aset atau kekayaan yaitu dengan berinvestasi. Baik muda maupun tua, keduanya dapat berinvestasi sesuai kebutuhannya. Bahkan, para investor muda kini mulai melebarkan sayapnya di dunia investasi mengingat tingkat keuntungan yang didapatkan sangat menggiurkan.
Akan tetapi, investasi tidak semudah yang dibayangkan. Banyak di antara kita yang belum merasakan untung, bahkan mengalami kerugian. Apalagi para pemula. Bagi investor pemula, lakukan enam hal ini agar meraih untung sesuai harapan.
1. Mengetahui Tujuan Investasi
Cara aman untuk memulai investasi ialah mengetahui tujuan dari investasi tersebut. Tujuan dari investasi dapat berupa tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang. Instrumen investasi untuk setiap tujuan juga berbeda-beda. Karena itu, ketahui apa tujuan berinvestasi agar dapat mengetahui instrumen seperti apa yang layak untuk diambil.
2. Sesuaikan dengan Kebutuhan
Memutuskan berinvestasi bukanlah hal yang mudah. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan. Ada lima jenis investasi yang disukai investor, yaitu investasi properti, saham, reksa dana, emas, dan deposito. Kelima instrumen ini memiliki tingkat risiko dan keuntungan yang berbeda-beda.
3. Ketahui Jumlah yang Dapat Diinvestasikan
Lakukan analisis kondisi keuangan dengan mengurangi pemasukan dengan pengeluaran. Sebagian besar sisa yang diperoleh dapat dialokasikan untuk investasi. Sebaiknya, jumlah yang diinvestasikan konstan setiap bulan. Hal ini penting agar kita dapat menghitung laju pertumbuhan investasi dengan mudah.
4. Perhitungkan Risiko dan Keuntungan yang Diperoleh
Sama dengan instrumen keuangan lainnya, investasi juga memiliki risiko yang harus ditanggung. Besarnya risiko biasanya sesuai dengan return atau keuntungan yang diperoleh. Semakin besar risiko, semakin besar pula tingkat keuntungannya dan sebaliknya. Berusahalah untuk realistis saat berinvestasi, jangan hanya fokus pada tingkat keuntungannya saja.
Investasi juga punya aturan main yang perlu diperhatikan. Misalnya, pada investasi saham, aturan mainnya berupa grafik pergerakan harga saham dalam bentuk candle stick. Sebelum membeli saham, bandingkan harga penutupan di hari sebelumnya dengan harga pembukaan di hari ini. Jika grafiknya naik, dapat dipastikan nominalnya akan terus naik sampai pada jam penutupan. Namun, hal ini tidak mutlak terjadi, kita harus tetap memantau grafik pergerakan agar tidak menelan kerugian.
Menjalankan investai tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya untung, ada kalanya rugi. Ketidakpastian dalam investasi ini perlu diwaspadai. Agar nilai dari investasi kita konstan atau bahkan untung, pantau grafik investasi secara rutin.
Memantau aset yang diinvestasikan berlaku untuk semua jenis investasi. Lain halnya jika menggunakan jasa broker atau Manajer Investasi (MI) untuk mengelola investasi tersebut, Anda tidak perlu lagi memantau karena tugas itu telah dilimpahkan kepada ahlinya.