Ongkos Mudik Lebaran Mahal? Siasati Dengan Menabung di Reksa Dana!

Keamanan Investasi Reksa Dana pada Era Digital
May 25, 2018
Mengajarkan Investasi Pada Anak
May 31, 2018
Show all

Ongkos Mudik Lebaran Mahal? Siasati Dengan Menabung di Reksa Dana!

Uang THR saja tidak cukup untuk membiayai kebutuhan mudik

Pulang ke kampung halaman atau mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi sebagaian besar masyarakat Indonesia saat Lebaran. Namun, mudik selalu saja membutuhkan dana yang tidak sedikit karena kita tidak hanya perlu mempersiapkan dana yang cukup untuk biaya transportasi pulang pergi, tapi juga untuk belanja keperluan Lebaran, memberikan angpao kepada orang tua dan sanak keluarga, dan banyak lagi pengeluaran lainnya.

Sebagai ilustrasi, Bareksa menanyakan anggaran mudik pada salah satu karyawan perusahaan swasta asal Semarang, Jawa Tengah, yang merantau ke Jakarta. Sebut saja namanya Gadis. Dia mengaku biasa menghabiskan 50-70 persen uang tunjangan hari raya (THR) yang diperolehnya dari tempatnya bekerja hanya untuk berbagai biaya pengeluaran saat mudik.

Akan tetapi, jangan beranggapan THR sudah cukup untuk biaya mudik. Anggaran sebesar itu belum termasuk biaya transportasi menjelang lebaran, yang cenderung lebih besar dibandingkan dengan hari-hari biasa. Gadis biasa mudik naik kereta api kelas eksekutif Jakarta – Semarang dengan biaya Rp700 ribu pergi pulang (PP). Moda ini dipilih karena kalau naik pesawat, ongkosnya lebih mahal atau sekitar Rp1,4 – 2 juta PP. Gadis mengakui bahwa uang THR saja tidak cukup untuk membiayai kebutuhan mudik. Setiap kali mudik, dia tidak hanya menghabiskan uang THR, tetapi juga uang gaji bulanan.

Karena itu, dana mudik perlu disiapkan jauh-jauh hari, dengan cara menyisihkan pendapatan kita setiap bulan. Idealnya, menurut teori perencanaan keuangan, setiap dari kita perlu mengganggarkan 10 persen dari penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan. Dari porsi ini, kita dapat mengambil 5 persen sebagai tabungan dana mudik. Jika hal ini dilakukan, kita dapat menghindari menggunakan uang gaji bulanan untuk mudik. Sebab, gaji bulanan seharusnya digunakan untuk biaya keperluan rutin kita sehari-hari.

Katakanlah kita saat ini memiliki penghasilan Rp4 juta per bulan. Maka, sebanyak Rp200 ribu perlu disisihkan untuk tabungan dana mudik ini. Agar optimal, uang mudik ini bisa kita tempatkan pada reksa dana pendapatan tetap. Jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada obligasi pemerintah dan swasta yang berpotensi menghasilkan keuntungan (return) yang jauh lebih tinggi dibandingkan bunga tabungan dan deposito di bank.

Untuk mengetahui keuntungan menabung di reksadana, mari kita simulasikan menggunakan Simulator Reksa Dana yang tersedia di Bareksa.com.

Mula-mula, kita pilih reksa dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium—menurut data Bareksa, reksadana ini merupakan jenis reksa dana pendapatan tetap yang memiliki kinerja terbaik dalam setahun terakhir.

Andaikan saja kita mulai menabung di reksa dana ini sejak setahun lalu, sejak 19 Mei 2017 hingga 21 Mei 2018, dengan dana awal Rp200 ribu. Kemudian, secara rutin kita menambahkan dana Rp200 ribu setiap bulan pada tanggal, seperti yang tampak pada tabel di bawah ini.

Tabel: Simulasi Menabung Reksa Dana Pendapatan Tetap Syailendra Pendapatan Tetap Premium

 

 

 

 

 

 

Grafik: Hasil Simulasi Investasi Reksa Dana Syailendra  Pendapatan Tetap Premium

Sumber: Bareksa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selama kurun waktu satu tahun, dana yang kita kumpulkan mencapai Rp 2,6 juta. Lantas bagaimana hasilnya?

Pada grafik di atas ditunjukkan pada garis berwarna abu-abu, terlihat bahwa per tanggal 19 Mei 2018 uang yang ditabungkan pada reksa dana Syailendra Pendapatan Tetap Premium telah berkembang menjadi Rp 2,75 juta atau tumbuh sekitar 4,83 persen setahun. Dana ini bisa kita gunakan untuk mudik naik pesawat sekaligus belanja keperluan Lebaran ataupun membagikan angpao kepada handai taulan di kampung halaman.

Jadi, ayo mulai menabung reksa dana sekarang untuk memenuhi kebutuhan finansial kita di masa depan.

Sumber: Bareksa.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *