Freelancer, Yuk Kelola Penghasilanmu Dengan Hal Berikut!

Liburan Akhir Tahun Hemat Menyenangkan? Lakukan Ini, Yuk!
September 6, 2018
Keuangannya yang Tidak Beres, Atau Tidak Pandai Kelola Uang?
September 13, 2018
Show all

Freelancer, Yuk Kelola Penghasilanmu Dengan Hal Berikut!

Diantara kalian berprofesi sebagai freelancer? Banyak orang memilih menjadi freelancer karena memiliki waktu yang fleksibel sehingga bisa bekerja kapan saja dan di mana saja yang kita suka bahkan bisa bekerja dari rumah sendiri atau tempat nyaman seperti coffee shop.
Nah, tapi nih yang perlu kita ketahui, keseringan memilih coffee shop tentu memerlukan budget yang tidak sedikit karena 1 gelas kopi bisa seharga Rp 50.000, dan bisa jadi ini adalah potensi pengeluaran besar. Memang, coffee shop menjadi tempat yang strategis untuk meeting kecil atau bertemu klien. Meski begitu, ingat, kita adalah seorang freelancer yang kadangkala tidak memiliki project dan tidak memiliki pendapatan tetap per bulan seperti karyawan kantoran, maka kita pun harus cerdas dalam mengelola keuangan agar pundi-pundi yang didapatkan tidak mengalir begitu saja. Bagaimana caranya? 

 Mengatur Cashflow
Penghasilan seorang freelancer tidak terbatas, karena semua bergantung pada project atau pekerjaan yang bisa dikerjakan setiap bulan. Namun, bila penghasilan yang tidak terbatas ini tidak dikelola dengan baik dan benar justru akan berdampak negatif pada keuangan kita.

Penghasilan yang didapat tidak menentu nominalnya dan waktunya, namun pengeluaran bulanan selalu ada dan biasanya terjadwal. Maka seorang freelancer harus cerdas dalam mengelola keuangan.

Cara mengatur cashflow seorang freelancer adalah terlebih dahulu mencatat pengeluaran rutin setiap bulan serta mencatat pemasukan rata-rata setiap bulan. Dengan demikian, kita dapat membuat perkiraan biaya hidup untuk beberapa bulan ke depan.

Memang terdengar klise dan tidak mudah untuk dilakukan, tetapi dengan memiliki strategi seperti ini, jauh lebih baik daripada tidak membuat apa-apa sama sekali, bukan?

Sangat penting untuk mencatat pengeluaran kita setiap bulannya, agar kita juga bisa detail untuk menyiapkan anggaran atau membuat alokasi untuk pos-pos kebutuhan tersebut.

Dari pengeluaran yang sudah dicatat dengan baik setiap bulannya, selanjutnya kita juga perlu memahami pola penghasilan yang tidak menentu tersebut, mulai dari nominal yang tidak menentu hingga kapan mendapatkan bayarannya.

Menjadi tantangan tersendiri bagi seorang freelancer karena mendapatkan penghasilan yang naik turun, bahkan bisa jadi tidak ada penghasilan di bulan tertentu karena tertunda pembayaran dari klien. Maka dengan mencatat pemasukan, kita dapat membuat perkiraan rata-rata pemasukan setiap bulan, sama seperti mencatat pengeluaran.

Tentu sebagai seorang freelancer anda harus rutin untuk melakukan networking, promosi dan bentuk lainnya agar selalu ada project setiap bulannya dan meningkatkan penghasilan kita.

Hindari Konsumtif
Sebagai seorang freelancer, kita akan memiliki pos pengeluaran tertentu seperti makan di restoran dengan calon klien, mungkin juga untuk entertaint klien. Kita harus cerdas dalam kondisi seperti ini, apalagi bila masih kondisi calon klien, yang berarti belum tentu menjadi klien dan project-nya berjalan. Bisa-bisa ini menjadi pengeluaran yang konsumtif dan kita tidak menyadari hal tersebut. Tentu lebih baik anggaran konsumtif tadi, bisa untuk kebutuhan pokok.

Kunci utama dan penting bagi seorang freelancer adalah mengatur cash flow uang dengan baik dan benar. Mengapa? karena cash flow freelancer tidak rutin dan tidak diprediksi. Itulah sebabnya kita wajib menguasai ilmu bagaimana mengelola cash flow bulanan yang baik dan benar.

Tidak hanya bicara tentang cashflow alias mengatur keuangan bulanan, seorang freelancer juga mempunyai kebutuhan lain yang berbeda secara keuangan dibandingkan kita yang mempunyai penghasilan tetap. Harap diingat bahwa bagi kita yang punya penghasilan tetap, ilmu ini akan sangat bermanfaat bila suatu hari berpikiran ingin keluar dari pekerjaan dan menjadi seorang freelancer. Apa saja yang harus anda persiapkan berikutnya?
Memiliki Dana Darurat
Sebagai seorang freelancer, tentu sudah kita sadari bersama bahwa ada potensi atau kemungkinan bahwa kita tidak mendapatkan penghasilan dalam satu bulan. Memang, kita tidak mendapatkan project pada bulan tersebut, atau bisa saja pembayaran bertempo sehingga tidak langsung dibayar. Tentu hal ini sangat menganggu cashflow dan tentu saja pengeluaran pokok tidak terbayar bila kondisi seperti ini terus-menerus. Itulah pentingnya membuat dana darurat terlebih dahulu dibandingkan langsung berinvestasi.

Kita harus memiliki dana darurat yang cukup untuk berjaga-jaga jika sedang sepi project sehingga tidak dapat penghasilan. Dengan memiliki dana darurat, kita pun bisa berjaga-jaga dari kemungkinan sepi transaksi pada bulan tertentu.

Setiap kita mendapatkan penghasilan, kita bentuk dana darurat. Targetkan bahwa kita harus memiliki sebesar 3-6 kali pengeluaran bulanan. Jadi, jika sedang tidak ada project selama 3-6 bulan ke depan, kita bisa tetap membayar pengeluaran secara normal. Sebagai freelancer, penghasilan memang tidak tetap. Tapi yang penting, jangan sampai kita tidak bisa membayar pengeluaran tetap.

Berinvestasi
Sebagai freelancer, makin banyak orang yang membeli barang dagangan kita atau menggunakan jasa kita, maka semakin besar penghasilan yang kita dapatkan. Nah, setelah pos-pos keuangan di atas telah dipenuhi, maka selanjutnya dari besar penghasilan kita, sangat memungkinkan kita untuk juga mulai berinvestasi.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk berinvestasi. Pertama, berinvestasi pada alat pendukung pekerjaan. Misalkan seorang fotografer, maka investasinya bisa dengan membeli kamera, lensa, tripod atau aksesoris lainya yang tentu ini menunjang profesi.

Belum lagi kebutuhan laptop untuk memberikan hasil final edit yang bagus pada hasil fotonya. Atau seorang musisi, yang tentunya perlu membeli alat musik sesuai kebutuhan sehingga berinvestasi skala besar dalam bentuk studio musik. Ya, inilah contoh bentuk investasi pada alat pendukung profesi sebagai freelancer.

Yang tak kalah ketinggalan adalah berinvestasi pada pengetahuan. Misalkan kita seorang MC,kita perlu upgrade teknik public speaking anda agar semakin menarik atau mengolah vokal anda agar semakin menarik ketika membawakan sebuah acara.

Mengikuti sebuah seminar atau training juga menjadi sebuah tempat untuk membangun sebuah networking yang semakin baik dan luas sehingga potensi untuk mendapatkan project juga semakin terbuka.

Setelah kita sudah mulai berinvestasi pada alat dan pengetahuan, selanjutnya adalah berinvestasi untuk meningkatkan aset, mulai dari saham, reksa dana hingga properti. Selain untuk memenuhi kebutuhan di masa sekarang, kita juga menciptakan aset untuk kebutuhan kita di masa depan.

Inilah beberapa hal yang bisa diterapkan agar memiliki keuangan yang lebih baik lagi.

Jadi bukan seberapa besar penghasilan kita, tapi bagaimana kita mengelola uang kita.
Artikel ini dikutip dari finance.detik.com berjudul “Cerdas Mengelola Keuangan untuk Freelancer” 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *