

Aberdeen Asset Management telah berinvestasi di pasar modal selama lebih dari 30 tahun. Sepanjang kurun waktu tersebut beraneka ragam siklus pasar modal terlalui. Apa yang kami alami dan pelajari telah membentuk dasar dari pendekatan investasi kami dan juga menjadi penuntun di balik kesederhanaan kami. Kami sangat mempercayai kebaikan akan diraih,dengan melakukan hal-hal dasar secara benar. Berikut 10 peraturan dalam Investasi Saham yang kami buat berdasarkan rentang perjalanan kami di pasar modal.
1. Perlakuan yang adil bagi para pemegang saham
Ketika mempertimbangkan sebuah perusahaan, pertanyaan pertama yang perlu ditanyakan adalah siapa yang memegang kendali perusahaan tersebut? kedua, apakah Anda mempercayai Sebagai pemegang saham minoritas tidak akan mendapatkan perlakuan lebih dibanding pemangku kepentingan lainnya, tetapi Anda tentunya mengharapkan untuk diperlakukan secara. Berdasarkan pengalaman kami, terbaik menilai apakah orang yang mengendalikan perusahaan akan berlaku adil di masa depan, dengan melihat apakah pemegang kekuasaan tersebut sudah berlaku adil di masa yang lalu.
2. Perhatikan, perusahaan adalah tentang manusianya bukan aset
Perusahaan sejatinya adalah kumpulan orang yang memilii tujuan yang sama – contohnya, menghasilkan produk atau jasa terbaik dengan harga terbaik. Perusahaan membutuhkan aset tetap akan tetapi semua itu tidak berguna saat Anda memikirkan hal ini, Anda akan menyadari bahwa hasil jangka panjang suatu perusahaan bergantung kepada kualitas orang-orang yang terlibat di dalamnya.
3. Ingat, kondisi keuangan adalah suatu hal yang sangat penting
Kegagalan suatu perusahan sebagian besar disebabkan oleh lemahnya mereka dari sisi keuangan. Kondisi keuangan merupakan tulang punggung dari perusahaan; hal ini dapat mengindikasikan karakter dari suatu perusahaan. Kondisi keuangan yang kuat mengindikasikan banyak hal, yang terutama adalah bahwa perusahaan tersebut kuat dan tidak akan jatuh. Akan tetapi kondisi keuangan tidak hanya mengukur jumlah kewajiban atau utang, juga sama pentingnya melihat asset dari perusahaan tersebut. Apa yang perusahan lakukan dengan kas mereka adalah sesuatu yang sangat penting. Apakah mereka memiliki kas yang terlalu banyak? ataukah berjudi dengan berinvestasi dalam sebuah instrument keuangan yang aneh? Menghasilkan kas adalah sangat penting, tetapi perusahaan harus bisa menginvestasikan kas tersebut secara bijaksana – kas tersebut dapat disimpan atau dibagikan kepada para pemegang saham.
4. Mengerti apa yang Anda beli
Jika sesuatu terlihat terlalu indah untuk menjadi kenyataan, maka mungkin hal itu merupakan sebuah kebohongan. Anda tidak harus mengerti bagaimana cara kerja untuk membeli perusahaan pembuat chip harus Anda mengerti apa kegunaan dari chip tersebut dan hal mendasar dari proses produksi serta biaya operasinya. Sebaliknya, produk sederhana seperti hipotek dapat dibungkus dalam bisnis yang rumit. Maka menjauhlah saat bisnis sebuah perusahaan menjadi tidak masuk akal, sebagai contoh, pada saat industri dengan “low barriers to entry” menghasilkan keuntungan yang sangat besar.
5. Waspadalah dengan ambisi yang berlebihan
Seringkali perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi atau melakukan investasi pada sesuatu hal baru di luar dari keahlian dan pengetahuan mereka. Anda sebaiknya bersikap waspada terhadap ambisi seperti itu karena akan mengurangi fokus pada bisnis utama yang berimplikasi pada kondisi keuangan. Berpegang teguh pada keahlian Anda sering kali merupakan prinsip yang terbaik.
6. Berpikir jangka panjang
Kecuali Anda menginginkan dana Anda kembali dengan cepat, maka Anda seharusnya memikirkan investasi untuk jangka panjang dan menghindar terjebak dalam hiruk pikuk pasar modal. Hal ini Anda harus lakukan untuk dua alasan. Pertama, selaraskan jangka waktu investasi dengan perusahaan di mana Anda berinvestasi. Anda akan melihat perusahaan-perusahaan baik tersebut dan juga perusahaan yang tidak terlalu baik memiliki prospek bagus untuk jangka panjang. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan sedang membangun pabrik maka perusahaan itu diharapkan baru akan bisa memberikan keuntungan paling tidak dalam waktu 10 tahun ke depan, demikian juga Anda melalui saham perusahaan tersebut. Kedua, pergerakan harga saham dalam jangka waktu yang pendek biasanya tidak menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya, lebih kepada gambaran kerugian atau keuntungan sementara. Apa yang seharusnya Anda khawatirkan adalah kehilangan modal secara permanen dan hal ini berhubungan dengan penilaian prospek jangka panjang dari sebuah perusahaan.
7. Benchmark hanyalah alat ukur
Alasan terburuk di dunia dalam melakukan pembelian adalah karena orang lain membelinya. Pada dasarnya inilah yang Anda lakukan pada saat Anda memperbolehkan portofolio Anda berpatokan pada tolok ukur indeks. Bobot sebuah perusahaan di sebuah indeks hanya akan menginformasikan kepada Anda apa yang sudah terjadi dimasa lalu, bukan apa yang akan terjadi dimasa depan. Selain itu, terdapat banyak sampah disetiap tolok ukur yang sebetulnya dapat dibersihkan dengan mudah. Investasi yang sukses memerlukan pemikiran yang berbeda. Hal ini kadang terasa tidak menyenangkan, tetapi Anda harus belajar untuk bisa menerima hal ini sebagi petunjuk kalau Anda sudah berada di jalur yang benar.
8. Ambil kesempatan dari perilaku yang irasional
Hipotesis pasar modal yang efisien adalah omong kosong. Pasar digerakan oleh manusia dan manusia adalah makluk yang irasional sehingga dapat disimpulkan bahwa pasar juga irasional. Kadangkala sesuatu terjadi dan kadangkala mereka juga bisa jadi sangat bersemangat dengan keadaan tersebut bukan malah bergabiung dengan keriuhan tersebut (atau, jikalau Anda ingin secepatnya keluar, maka Anda harus jadi yang pertama). Bayangkan saja penurunan 20% pada harga saham merupakan diskon 20% di departemen store – sebuah kesempatan untuk mendapatkan harga yang murah.
9. Lakukan riset
Sebagai contoh, dalam sebuah profesi di bidang medis dan juga teknisi biasanya ada standar yang tepat untuk prosedur yang diberikan. Sebaliknya, di dunia investasi, tidak mengikuti orang lain dalam mengambil keputusan investasi seringkali justru memberikan kesuksesan. Tentunya Anda ingin selalu menjadi yang terdepan, dan untuk itu Anda harus melakukan penelitian. Riset dari broker tentunya bisa digunakan, tetapi itu bukan berarti Anda tidak melakukan analisa Anda sendiri dan mengambil keputusan.
10. Pastikan setiap keunggulan kompetitif berkelanjutan
Beberapa industri menghasilkan keuntungan ekonomi yang lebih daripada yang lain. Berapa banyak keuntungan ekonomi dari sebuah sektor atau industri seringkali dipengaruhi seberapa susah masuk ke dalam industri tersebut. Industri yang memiliki kesulitan tinggi untuk dimasuki memberikan keuntungan kompetitif kepada pemain lama. Mari kita lihat dunia perbankan sebagai contoh. Ada banyak halangan dan rintangan dalam memulai sebuah bank. Selain memerlukan izin dari satu atau dua regulator, pemilik bank harus bisa membangun kepercayaan dari para deposan juga kepercayaan dari para peminjam. Dengan demikian, bank cenderung menghasilkan pengembalian modal yang lebih panjang bertahan unjuk jangka waktu yang lebih panjang. Dengan asumsi, mereka tetap pada bisnis yang utama yaitu sebagai lembaga intermediary.
==================================================
Disclaimer: ”INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO. CALON PEMODAL WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA. KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.”
Manajer investasi telah memperoleh izin sebagai manajer investasi di pasar modal dari otoritas pasar modal dan dalam melakukan kegiatan usahanya manajer investasi diawasi oleh OJK.
Oleh: Bharat Joshi – Investment Director PT Aberdeen Asset Management
#yaREKSADANAaja