Dapat THR: Mudik atau Bayar Sekolah?

Mengajarkan Investasi Pada Anak
May 31, 2018
8 Kebiasaan Sederhana yang Buat Keuangan Terus Stabil
June 7, 2018
Show all

Dapat THR: Mudik atau Bayar Sekolah?

Bulan Juni 2018 nanti umat muslim sedunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijiriah atau lebaran, tentunya hari yang kita semua tunggu-tunggu. Selain libur panjang hingga sepuluh hari, ditambah bagi karyawan yang mengambil cuti tambahan akan merasakan libur kerja minimal setengah bulan. Bagi anak sekolah libur akan dirasakan satu bulan lebih. Mantap bukan??

Selain libur panjang tentunya akan ada tambahan rejeki tahunan, apalagi kalau bukan uang Tunjangan Hari Raya alias THR yang minimal nominalnya sama dengan satu bulan gaji. Tidak asing lagi, banyak karyawan yang belum berkeluarga akan mengkhayal untuk segera memiliki barang-barang impiannya. Terlebih lagi diskon besar-besaran di berbagai pusat perbelanjaan, membuat terciptanya kebutuhan baru.

Tetapi hal itu tidak akan berpengaruh besar bagi karyawan yang sudah berkeluarga dan memiliki anak. Mereka cenderung akan berpikir secara matang untuk memastikan uang THR ini digunakan untuk keperluan apa saja, coret-coretan kertas yang berisi daftar panjang kebutuhan akan membuat bingung.

Mereka yang telah berumah tangga menyadari bahwa pada bulan puasa ini tingkat kosumsi meningkat tajam dan menjelang lebaran akan semakin tinggi lagi. Tren lebaran yang selalu diidentikkan dengan pulang ke kampung halaman, terlebih dengan semakin lamanya durasi libur lebaran, akan menjadi momok bagi sebagian orang.

Pengeluaran saat mudik adalah pengeluaran yang dibilang cukup besar. Apalagi jika kita dianggap orang sukses ibukota oleh para saudara dan kerabat di kampung. Inilah yang namanya ‘sakukurata’ hahaha. Karena kita pasti akan memberikan rezeki yang kita dapat untuk dibagi-bagikan. Terbayangkan pusingnya?

Tambahan lainnya membuat pusing kepala, bahkan stres tujuh keliling, adalah bagi mereka yang sudah memiliki anak yang akan masuk sekolah baru atau melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Terlintaskan seperti apa mereka harus berpikir keras mengunakan uang THR dengan bijak untuk anak-anak mereka di tahun ajaran baru?

Banyak orang tua yang harus menjual barang – barang berharga atau aset lainnya, bahkan jika perlu berhutang ke bank, agar anak-anak mereka tidak putus sekolah. Hal tersebut bisa saja terjadi karena mereka tidak memiliki simpanan uang atau tabungan investasi.

Kembali kepada hal diatas, bahwa ada dua hal menjadi dilema saat kita mendapatkan uang THR, mudik atau bayar uang anak sekolah? Pada kesempatan ini, Kami dari Lautandhana Investment Management, mencoba membantu menguraikan solusi untuk meringankan pikiran Anda yang sudah berkeluarga.

Langkah-langkah yang harus di tempuh ketika uang THR diterima adalah:

1. Cek saldo tabungan Anda, be conscious about this!

2. Kelompokkan dan prioritaskan kebutuhan kedalam 4 matriks: Penting Mendesak, Penting Tidak Mendesak, Mendesak Tidak Penting, dan terakhir Tidak Penting Tidak Mendesak.

3. Hitung kebutuhan biaya sekolah anak dan keperluan lainya sesuai dengan kelompoknya.

4. Hitung kebutuhan biaya rencana mudik tahun ini dan pengeluaran lainya sesuai dengan matriks.

5. Alokasikan kebutuhan-kebutuhan tersebut sesuai dengan anggaran, buat 2-3 skenario sehingga Anda akan tetap fleksibel dalam pengaturannya.

6. Be a smart consumer! Gunakan berbagai macam teknologi finansial (aplikasi diskon tiket pesawat, hotel, kupon diskon makan, promosi barang di toko online, dan lain-lain) untuk mendapatkan harga terbaik dari setiap kebutuhan, sehingga uang yang disisihkan akan semakin banyak.

Jika Anda memiliki saldo di tabungan dan memutuskan untuk memilih membayar biaya sekolah anak, maka langkah-langkah berikut ini bisa menjadi pertimbangan:

1. Bayarlah seluruh uang sekolah dan biaya sekolah lainnya. Usahakan jangan dicicil karena bisa menggoyahkan pikiran Anda untuk melakukan hal benar yang seharusnya dilakukan.

2. Selanjutnya cek sisa uang yang Anda miliki di rekening. Saldo terakhir dapat di pecah menjadi dua; digunakan untuk kebutuhan tambahan dalam menyambut lebaran dan dapat diinvestasikan di instrumen reksa dana dengan minimum pembelian Rp 100.000,00 saja.

3. Secara rutin berinvestasilah di instrumen reksa dana baik secara Lump Sum atau Dollar Cost Averaging (Auto Debet) tiap bulannya untuk meringakan kebutuhan Anda, idealnya 10% dari total pendapatan. Pilihlah Manajer Investasi Reksadana terpercaya yang terdaftar di OJK.

4. Jangan lupa untuk pantau pertumbuhan kinerja reksa dana Anda, sehingga dapat membantu pengelolaan keuangan Anda di tahun berikutnya.

Tentunya Anda sudah mengerti dan memahami jawabannya. Jika Anda memilih untuk mudik, mungkin pembayaran uang sekolah anak akan terbengkalai, bisa jadi membahayakan kelangsungan pendidikannya. Maka dari itu, jika Anda memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, ada baiknya menyusun rencana jauh-jauh hari sebelumnya untuk mengantisipasi kenaikan harga tiket atau kebutuhan lain yang sudah pasti melonjak di saat lebaran tiba.

Lagi-lagi kurangi belanja yang tidak perlu (kebutuhan di matriks tidak penting tidak mendesak). Fokuskan pada kebutuhan penting mendesak yang akan dikeluarkan untuk perjalanan mudik. Selama di kampung halaman, usahakan untuk tidak boros. Salah satu caranya bisa dengan membatasi jumlah cash on hand dan lebih memanfaatkan fitur transfer bank atau pembayaran lewat mesin EDC. Cek saldo di rekening dan cocokkan dengan nota belanja setiap akhir hari. Dalam perjalanan pulang, belilah oleh-oleh seperlunya saja.

 

R.G Andriyanto, CFP, QWP, AEPP. (PT Lautandhana Investment Management).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *