5 Tips Keuangan Dalam Rumah Tangga

Yuk, Berinvestasi di Reksa Dana Sejak Dini!
February 21, 2018
Herding Behavior atau Perilaku Ikut-ikutan
February 28, 2018
Show all

5 Tips Keuangan Dalam Rumah Tangga

Februari, bulan yang identik dengan perayaan hari kasih sayang. Bagi Anda yang sudah menikah, Anda bisa memanfaatkan suasana romantis bulan Februari untuk membahas tentang keuangan rumah tangga dengan pasangan. Semua pasangan menikah, apalagi yang sudah cukup lama menempuh bahtera rumah tangga tentunya sangat paham bahwa masalah keuangan adalah salah satu sumber pertengkaran rumah tangga. Akibatnya, pasangan sering memilih untuk sama sekali tidak menyinggung topik tersebut dan menganggapnya tabu. Ditambah lagi dengan fakta bahwa masalah keuangan juga menjadi salah satu alasan utama perceraian. Namun, menghindari topik sensitif ini lebih sering berdampak negatif dan merugikan masa depan keluarga anda. Sehingga, mari manfaatkan bulan penuh kasih sayang ini untuk duduk bersama pasangan dan berdiskusi tentang uang. Bagaimana agar diskusi anda produktif dan tidak berujung pertengkaran tanpa hasil? Berikut beberapa tipsnya.

  1. Tidak Selamanya Bersatu Kita Teguh

Banyak pasangan menganggap bahwa segala sesuatu dalam perkawinan harus terbuka dan hanya ada satu cara untuk mengelola keuangan rumah tangga, salah satu pihak mencari nafkah dan pihak yang lain mengatur pengeluaran. Namun, cara ini belum tentu cocok bagi anda. Daripada memaksakan standarisasi peran yang tidak sesuai dengan karakter anda dan pasangan, temukan sendiri gaya yang sesuai bagi keluarga anda. Tidak masalah jika pasangan suami istri punya rekening terpisah, bahkan kartu kredit terpisah, dan masing-masing punya kebebasan mengatur pengeluaran pribadinya selama keduanya bertanggung jawab dan tujuan finansial bersama sudah disepakati.

  1. Berbagi Peran

Siapa yang bertanggung jawab mencari nafkah, siapa yang mengatur pengeluaran, siapa yang membayar tagihan & cicilan utang, siapa yang menjalankan investasi berkala, siapa yang memastikan asuransi rutin dibayar, siapa yang bertugas menyimpan dana darurat, dan lain-lain adalah contoh deretan pertanyaan yang idealnya anda diskusikan. Ada banyak tugas dan tanggung jawab keuangan dalam rumah tangga sehingga pembagian peran antara anda dan pasangan harus jelas dan disepakati bersama. Tidak selalu hanya perempuan yang paling mengerti tentang berhemat dan tidak selalu juga laki-laki lebih mengerti tentang investasi. Buat daftarnya dan kenali pribadi masing-masing untuk menetukan siapa bertanggung jawab untuk tugas yang mana.

  1. Sadar Kemampuan Finansial Bersama

Tidak semua orang dengan sukarela mau terbuka tentang penghasilannya, termasuk pada pasangan. Namun, hal ini tidak berlaku pada pengeluaran. Pengeluaran dalam rumah tangga dibuat bersama sehingga merupakan tanggung jawab bersama. Jika belum punya anggaran, duduk bersama pasangan dan buat daftar pengeluaran, mulai dari yang rutin seperti belanja dapur, listrik, transportasi, pengeluaran anak dan lain-lain, hingga ke cicilan utang dan jatah pengeluaran pribadi. Jika ada masalah keuangan yang harus segera diatasi, seperti utang, anggaran dapat membantu Anda mengidentifikasi sumber masalahnya dan alternatif penyelesaiannya dengan segera. Punya anggaran dan menyadari kemampuan finansial bersama juga akan membuat Anda dan pasangan tidak saling tuduh siapa yang lebih boros, siapa yang suka berutang atau saling menyalahkan jika kondisi keuangan memburuk.

  1. Diskusi Tujuan Keuangan

Jika anggaran menunjukkan kemana saja uang anda pergi, tujuan keuangan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga anda di masa depan seperti rencana pendidikan anak, perjalanan ibadah, properti

hingga dana masa tua. Hasil akhir dari diskusi tujuan keuangan adalah langkah-langkah konkrit untuk mencapainya seperti berapa banyak yang harus disisihkan, produk keuangan apa yang dipakai dan siapa yang bertanggung jawab menjalankannya. Sumber masalah biasanya terjadi jika profil resiko anda dan pasangan berbeda. Pihak yang satu lebih suka menabung dan takut berinvestasi, sementara pihak lainnya lebih terlatih dalam menghadapi resiko dan punya pengalaman investasi. Karena tujuan keuangan pada akhirnya juga ditentukan oleh kemampuan finansial anda, daripada berdebat sengit tentang lebih baik mana menabung atau berinvestasi, biarkan kemampuan finansial anda berbicara. Ambil jalan tengah; sepakati kapan resiko bisa ditolerir dan tujuan apa saja yang tanpa kompromi harus tercapai.

  1. Pada Kondisi Darurat

Pernahkah anda berpikir jika terjadi sesuatu pada pasangan anda, apa yang harus anda lakukan secara finansial? Pada saat suasana romantis memang tidak nyaman jika diskusinya beralih pada hal-hal yang berhubungan dengan musibah. Namun, sayangnya hal ini tetap harus menjadi bagian dari topik yang anda bahas bersama. Dana darurat harus bisa diakses baik oleh anda maupun oleh pasangan. Buat rekening bersama atau memastikan kedua belah pihak tahu pin ATM rekening dana darurat dapat menjadi alternatif solusi. Selain itu, punya daftar aset yang disimpan di tempat yang diketahui bersama juga bisa dilakukan. Daftar tersebut minimal berisi informasi seperti nomor rekening, nama bank, kode PIN, daftar produk investasi, kartu kredit atau asuransi yang dimiliki dan lain-lain. Jika terjadi musibah pada salah satu pihak, tentunya anda ingin pihak lainnya tahu dimana uang disimpan, bagaimana mengurus klaim asuransi, menutup kartu kredit dan mengurus hal-hal administratif lainnya. Mengetahui dimana informasi ini disimpan akan membuat anda dan pasangan merasa tenang dan tidak panik ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, tinggal dipraktekkan. Jangan menyerah jika anda tidak berhasil pada percobaan pertama atau tidak berhasil membahas semua topik. Pilih saja topik yang menurut anda paling mendesak dan harus segera dibahas misalnya anggaran dulu atau dana pendidikan dulu atau menyelesaikan utang dulu. Topik lainnya menyusul di lain waktu. Mudah-mudahan aura Februari yang penuh kasih membantu membuat suasana hati anda dan pasangan berbunga-bunga dan mudah membahas topik sulit ini. Semoga berhasil.

Penulis : PT. Panin Asset Management

#yaREKSADANAaja

#SekarangAja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *