

Dahulu akses untuk melakukan investasi terutama di pasar modal masih sangat sulit di lakukan, apabila dibandingkan dengan kondisi saat ini yang sudah banyak tersedia fasilitas digital yang mumpuni dari versi komputer, gadget, hingga smartphones untuk bertransaksi dipasar modal secara online. Pada kondisi ini, peranan generasi milenial (generasi Y) sangat penting, karena sebagai user dari fasilitas tersebut pola pikir generasi Y yang penuh ide inovatif, dalam pengetahuan dan penguasaan teknologi memberikan masukan pada perkembangannya. Siapakah generasi milenial? Bila anda termasuk kategori yang dilahirkan di atas tahun 1980-an hingga 1997 maka anda termasuk dalam kategori generasi milenial. Mengapa disebut generasi milenial? Karena generasi ini adalah satu – satunya yang pernah melewati milenium kedua.
“INVESTASI = MASA TUA”. Seringkali kita selalu mendengar tagline tersebut ketika akan melakukan investasi. Pertanyaan berikutnya adalah, kapan waktu yang tepat untuk memulai investasi? Menjadi hal yang lazim saat ini bagi generasi milenial, untuk selalu terlihat update di media sosial yaitu dengan men-sharing aktifitas mereka, seperti berkunjung ke tempat wisata yang sedang viral maupun makan di restoran atau café yang sedang kekinian. Hal ini tentunya akan menjadi kendala untuk berinvestasi bagi calon investor – generasi milenial, dengan range usia 20 – 30 tahun yang berada di masa akhir perkuliahan dan memasuki dunia kerja, yang sudah mulai memahami pentingnya berinvestasi dan melakukan perencanaan untuk masa depan. Bagaimana caranya agar dapat mengatur keuangan tapi tetap bisa eksis? Jawabannya adalah dengan menjadikan investasi sebagai bagian dari gaya hidup dan salah satu instrument investasi adalah pada Reksa Dana.
Yang menyenangkan dari berinvestasi di Reksa Dana, adalah dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar, bisa bertahap dan hasil yang di terima pun akan sangat bermanfaat, serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk investasi jangka pendek, Batavia Dana Kas Maxima sebagai Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki karakteristik resiko yang sangat rendah dapat memberikan hasil yang lebih baik dari bunga atau deposito bank, sedangkan bila ingin memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi lagi, dapat berinvestasi di Batavia Dana Saham tetapi tentunya risikonya pun lebih tinggi di bandingkan Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap atau pun Reksa Dana Campuran.
Berikut adalah ilustrasi investasi generasi sebelumnya dengan menggunakan riil historical data NAB (Nilai Aktiva Bersih ) produk Reksa Dana Batavia Dana Saham.
| Batavia Dana Saham | |||||
| NAB | |||||
| 13 Feb 1997 | 13 Feb 2002 | 13 Feb 2007 | 13 Feb 2018 | ||
| Rp. 1.101,90 | Rp. 3.095,51 | Rp. 15.470,69 | Rp 65.437,98 | ||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
Dengan melihat ilustrasi investasi diatas, terlihat bahwa investasi di Reksa Dana yang di mulai sejak dini, akan memberikan hasil yang lebih baik, meskipun dengan nilai investasi awal yang lebih kecil . Mari kita bandingkan perhitungan diatas dengan investasi melalui metode installment (berkala) setiap bulan.
| Batavia Dana Saham | |||||
| NAB | |||||
| 13 Feb 1997 | 13 Feb 2002 | 13 Feb 2007 | 13 Feb 2018 | ||
| Rp. 1.101,90 | Rp. 3.095,51 | Rp. 15.470,69 | Rp 65.437,98 | ||
|
|
||||
|
|
||||
|
|
||||
Dari ke dua ilustrasi yang berdasarkan pada riil historical NAB, dapat di rasakan betapa mudah dan bermanfaat investasi di Reksa Dana, baik secara langsung atau pun dengan system installment setiap bulan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan perencanaan dari para generasi milennial, indahnya menyongsong masa depan dengan berinvestasi … di mana ? …. #yaREKSADANAaja.
Batavia Prosperindo Aset Manajemen www.bpam.co.id